Sejarah Terciptanya Nama Desa Teluk Piai
Awal
terciptanya Desa Teluk Piai pada Masa Kesultanan di Era Sultan Kualuh. Di masa
abad yang lalu telah datang salah seorang pendiri nama-nama desa di Kecamatan
Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sultan Kualuh ini bertempat tinggal
didaerah yang dikatakan Kualuh Selatan. Pada waktu itu beliau sedang berlayar
menuju hilir yang sekarang hilir tersebut adalah Kualuh Leidong. Keberangkatan
Sultan tersebut didampingi oleh orang-orang yang setia kepada Sultan Kualuh.
Setelah mereka berkumpul ditepian sungai lalu mereka menaiki kapal dan
perlahan-lahan sang pengawal setianya melepas tambatan tali yang terikat
dipohon Saga yang sekarang ini disebut daerah Gunting Saga, itulah awal dari
nama Gunting Saga tersebut yaitu pohon Saga yang sudah diikat terlalu lama yang
menyebabkan pohon tersebut mengecil. Sultan pun terus berlayar menuju hilir,
setelah dipertengahan perjalanan maka Sultan pun singgah didaerah Singgasana
yang saat ini berdekatan dengan Kuala Bangka. Beberapa jam kemudian Sultan pun
berangkat menuju Hilir kembali. Terlihatlah oleh Sultan didaerah yang ada
mesjid yang daerah tersebut dikatakan Kampung Mesjid. Lalu Sultan pun sholat
dikampung tersebut.
Kemudian, sesudah sholat beliau berangkat menuju Hilir kembali.
Ditengah perjalanan para pengawal-pengawal diberi tugas untuk memasak nasi dan
ikan. Disaat itu Sultan melihat ada pohon Pie, inginlah rasa Sultan menjadikan
pucuk pohon Pie tersebut menjadi lalapan. Maka dari itu terciptalah Desa Teluk
Piai didaerah itu. Lalu Sultan pun berangkat menuju Hilir kembali, tak berapa
lam sampailah beliau. Jelang beberapa jam kemudian beliau pun menyuruh para
pengawalnya membuka tambatan kembali dan berangkat menuju Hulu. Ditengah
perjalanan menuju Hulu terdengarlah suara gemuruh dan angin kencang. Didaerah
singgasana kapal yang ditumpangi Sultan tersebut tenggelam. Sampai sekarang
tidak tahu rimbanya entah dimana. Sultan pun menghilang dari muka bumi, kapal
yang timbul hanya gading-gadingnya saja. Setelah beberapa hari kemudian adalah
suatu kelompok masyarakat melihat bahwa Sultan Kualuh sedang berada didaerah
Kuluh Beringin dimana Sultan tersebut sedang duduk mengikis kuku diatas batu,
makam dari itu daerah tersebut dsebut Batu Juguk. Demikianlah sejarah
terciptanya nama-nam Desa dari abad ke abad.